1.
Pengertian Model Pembelajaran PAI
Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian
penyajian materi ajar yang meliputi sefgala aspek sebelum dan sesudah
pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang
digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam roses belajarn mengajar
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang dipergunakan
sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Menurut
Brings model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu
proses seperti penilaian suatu kebutuhan pemilihan media dan evaluasi.2 Wowo
Sunaryo menyebutkan model pembelajaran adalah landasan praktik pembelajaran
hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang
berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan
implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.3 Istilah model
pembelajaran mempunyai arti perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam
tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan
digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pendidikan, tahap-tahap dalam
kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.4
Jadi model pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah model
pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam.
2.
Karakteristik Model Pembelajaran PAI
1. Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau
pengembangannya
2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan
pembelajaran yang akan dicapai).
3. Tingak laku mengajar yang diprlukan
agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat
tercapai.(Kadir dan Nur,2009).
- Materi
pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan
logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan,
legenda, atau dongeng semata.
- Penjelasan guru,
respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka
yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari
alur berpikir logis.
- Mendorong dan
menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam
mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi
pembelajaran.
- Mendorong dan
menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetis dalam melihat perbedaan,
kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Mendorong
dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola
berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
- Berbasis pada
konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Tujuan
pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem
penyajiannya.
3. Tujuan Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI
pengembangan model pembelajaran memiliki tujuan utama adalah
meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sejumlah strategi pengajaran untuk
mewujudkan tujuan instruksional yang spesifik
Tujuan pengembangan model pembelajaran disampaikan oleh Wilson, Learning
Outcome diantaranya adalah:
1. Mengembangkan kemampuan
instruksional yang fleksibel dan lebih bervariasi.
2. Memungkinkan dihasilkannya dampak pembelajaran yang
lebih besar, dan belajar siswa yang lebih efektif.
3. Terlaksananya kegiatan instruksional yang dapat
diduplikasi, efektif, ada buku panduan untuk subyek, konten, atau proses yang
ditargetkan.
4. Memahami pembelajaran yang lebih baik, karena suatu
model diadopsi telah disesuaikan dengan hasil belajar yang ditargetkan, dan
populasi pembelajaran yang ditargetkan.
5. Mendapatkan wawasan bahwa suatu betode belajaran
akan bekerja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik atau lingkungan
peserta didik
4.
Strategi Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI
Sanjaya dalam Eka terdapat beberapa strategi pembelajaran yang
dianjurkan untuk
diimplementasikan oleh seorang pendidik, yaitu; (a) Strategi
pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan aspek kognitif (berpikir), (b)
Strategi pembelajaran kooperatif, (c) Strategi pembelajaran afektif.12
Berikut ini, akan dijelaskan ketiga klasifikasi strategi
pembelajaran tersebut yaitu; pertama, Strategi pembelajaran yang bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang
menekankan kepada kemampuan berpikir peserta didik.
strategi pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu
saja kepada peserta didik, akan tetapi peserta didik dibimbing untuk proses
menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus
menerus dengan memanfaatkan pengalaman peserta didik.
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah
model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir peserta
didik melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan
masalah yang diajarkan.
Kedua, strategi pembelajaran kooperatif; Model pembelajaran
kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik dalam
kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan
Ketiga, Strategi pembelajaran afektif memiliki perbedaan dengan
strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan (skill). Afektif berhubungan
dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran
seseorang yang tumbuh dari dalam diri peserta didik. Dalam batas tertentu
memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya
untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan
ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk
dilakukan
Setelah melihat konsep dasar strategi pembelajaran tersebut, baik
dilihat dari segi pengertian, komponen, dan klasifikasinya dapat memberikan
gambaran bahwa mengembangkan strategi pembelajaran sangat urgen dalam dunia
pendidikan. Kurang tepatnya atau gagalnya strategi yang diimplementasikan dalam
proses pembelajaran berakibat gagalnya untuk mencapai tujuan pendidikan. Sama
halnya, kalah strategi dalam peperangan bisa berakibat fatal; kemenagan yang
didambakan²kekalahan yang diraih. Atau dalam permainan sepak bola, pelatih
senantiasa mengatur strategi pemainnya agar dapat menang dalam permainan
tersebut. Kemudian strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang
dimaksud dalam tulisan ini adalah strategi pembelajaran yang diimplementasikan
dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) baik
ditingkat sekolah, maupun ditingkat madrasah atau pesantren (diniyah). Walaupun
istilah Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah/pesantren (diniyah) disebut
dengan pendidikan keagamaan Islam. Hal ini sesuai dengan Peranturan Pemerintah
(PP) Nomor 55 Tahun 2007
5.
Langkah-Langkah Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI
Berdasarkan pada pengertian pengembangan pembelajaran, maka
diperlukan sekurang-kurangnya lima kriteria yang harus dipenuhi dalam model
pembelajaran yaitu: 1) mempunyai tujuan; 2) keserasian dengan tujuan; 3)
sistematik; 4) mempunyai kegiatan evaluasi; dan 5) menyenangkan. Oleh karena
itu, sistem pembelajaran dapat diibaratkan sebagai proses produksi yang terdiri
dari bagian input-proses-output, yang saling terintegrasi.
Salah satu model pengembangan pembelajaran adalah Model
Pengembangan Instruksional (MPI) yang dikembangkan oleh Atwi Suparman (2004),
memberikan pedoman untuk mengembangkan pembelajaran
Secara umum MPI menurut Atwi Suparman terdiri dari tiga tahap yaitu
tahap mengidentifikasi, tahap mengembangkan, dan tahap mengevaluasi dan
merevisi. Adapun tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:
|
Tahap Mengidentifikasi |
Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan
instruksional umum Melakukan analisis instruksional Mengidentifikas perilaku dan karakteristik siswa |
|
Tahap Mengembangkan |
Menulis tujuan instruksional khusus Menulis tes acuan patokan Menyusun strategi instruksional Mengembangkan bahan instruksional |
|
Tahap Mengevaluasi dan Merevisi |
Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif yang termasuk di
dalamnya kegiatan merevisi |
6.
Contoh-Contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI
dalam Pendidikan Era Society 5.0.
Contohnya seperti Web-based Learning Overview . Teknologi Informasi
(TI) telah memberikan sejumlah dampak positif di berbagai bidang (Abdillah et
al., 2020). Pada dunia bidang pendidikan, TI memberikan corak tersendiri dengan
berbagai mode yang mungkin digunakan. Pendidikan modern di masa globalisasi dan
berbasis Teknologi Informasi telah bertransformasi ke arah digital.
Proses pendidikan yang tadinya dilakukan secara klasik dengan mode
tatap muka secara langsung telah mengalami pergeseran ke arah mode pembelajaran
jarak jauh (distance learning). Pada mode pembelajaran distance learning, para
peserta didik dapat mengakses materi perkuliahan melalui internet.
Internet dan World Wide Web atau Web menciptakan sejumlah pilihan
pendidikan jarak jauh (Distance Education). Setidaknya ada 5 (lima) macam
bentuk Distance Education (Davidson-Shivers, Rasmussen and Lowenthal, 2018)
seperti yang nampak pada Gambar 4.1, yaitu: 1. Internet & World Wide Web,
2. Computer & Digital Technologies, 3. Teleconference Systems &
Communication Networks, 4. Broadcast Systems, dan 5. Correspondence Courses.
Khusus untuk pembelajaran yang memberdayakan internet dan WWW atau
dikenal dengan e-learning memiliki 5 (lima) tipe (Horton and Horton, 2003),
yaitu: 1. Learner-led e-learning. 2. Facilitated e-learning. 3. Instructor-led
e-learning. 4. Embedded e-learning. 5. Telementoring and e-coaching. Pada bab
ini, penulis akan mengulas “Web-Based Learning” sebagai salah satu trend TI di
bidang pendidikan. Pembelajaran berbasis web sering juga disebut online
learning atau e-learning karena di dalamnya terdapat konten kursus online
(McKimm, Jollie and Cantillon, 2003) dan mencakup semua intervensi pendidikan
yang menggunakan internet (atau intranet lokal) (Cook, 2007).
Daftar
pustaka
Isjoni dan Mohammad Arif Ismail, “Model-Model Pembelajaran Mutakhir
Perpaduan IndonesiaMalaysia”, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008), cet ke-1.
Hlm. 146.
Muhaimin, dkk. “Paradigma Pendidikan Islam”, (Bandung : Remaja
Rosdakarya 2002), cet ke-2, hlm.221 3Wowo Sunaryo Kuswana, ”Model Pembelajaran
dalam Konteks Kurikulum 2004”, (akhmadsudrajat.files.wordpress.com), didownload
pada tanggal 15 juli 2010 4 Trianto, S.Pd., M.Pd., ”Model Pembelajaran Terpadu
dalam Teori dan Praktik”, (Jakarta: Prestasi Puskata, 2007), cet ke-1, hl M.
Atwi Suparman, Desain Instruksional (Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka, 2004), h. Eka Elprida, Strategi Pembelajaran, Jurnal Pendidikan,
Universitas Pendidikan Indonesia, 2015, 2m. 1
https://fadlibae.wordpress.com/2011/12/03/konsep-pengembangan-model-pembelajaran-instruksional/