Rabu, 06 April 2022

Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI

 

1.      Pengertian Model Pembelajaran PAI

 Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi sefgala aspek sebelum dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam roses belajarn mengajar

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang dipergunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Menurut Brings model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses seperti penilaian suatu kebutuhan pemilihan media dan evaluasi.2 Wowo Sunaryo menyebutkan model pembelajaran adalah landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.3 Istilah model pembelajaran mempunyai arti perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pendidikan, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.4

Jadi model pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah model pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

2.      Karakteristik Model Pembelajaran PAI

1.      Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangannya

2.      Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai).

3.       Tingak laku mengajar yang diprlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

4.      Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.(Kadir dan Nur,2009).

  1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
  2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
  3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
  4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetis dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
  5. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.

3.      Tujuan Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI

pengembangan model pembelajaran memiliki tujuan utama adalah meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sejumlah strategi pengajaran untuk mewujudkan tujuan instruksional yang spesifik

Tujuan pengembangan model pembelajaran disampaikan oleh Wilson, Learning Outcome diantaranya adalah:

 1. Mengembangkan kemampuan instruksional yang fleksibel dan lebih bervariasi.

2. Memungkinkan dihasilkannya dampak pembelajaran yang lebih besar, dan belajar siswa yang lebih efektif.

3. Terlaksananya kegiatan instruksional yang dapat diduplikasi, efektif, ada buku panduan untuk subyek, konten, atau proses yang ditargetkan.

4. Memahami pembelajaran yang lebih baik, karena suatu model diadopsi telah disesuaikan dengan hasil belajar yang ditargetkan, dan populasi pembelajaran yang ditargetkan.

5. Mendapatkan wawasan bahwa suatu betode belajaran akan bekerja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik atau lingkungan peserta didik

 

4.      Strategi Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI

Sanjaya dalam Eka terdapat beberapa strategi pembelajaran yang dianjurkan untuk

diimplementasikan oleh seorang pendidik, yaitu; (a) Strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan aspek kognitif (berpikir), (b) Strategi pembelajaran kooperatif, (c) Strategi pembelajaran afektif.12

Berikut ini, akan dijelaskan ketiga klasifikasi strategi pembelajaran tersebut yaitu; pertama, Strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir peserta didik.

strategi pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada peserta didik, akan tetapi peserta didik dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman peserta didik.

Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir peserta didik melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.

Kedua, strategi pembelajaran kooperatif; Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan

Ketiga, Strategi pembelajaran afektif memiliki perbedaan dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan (skill). Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri peserta didik. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan

Setelah melihat konsep dasar strategi pembelajaran tersebut, baik dilihat dari segi pengertian, komponen, dan klasifikasinya dapat memberikan gambaran bahwa mengembangkan strategi pembelajaran sangat urgen dalam dunia pendidikan. Kurang tepatnya atau gagalnya strategi yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran berakibat gagalnya untuk mencapai tujuan pendidikan. Sama halnya, kalah strategi dalam peperangan bisa berakibat fatal; kemenagan yang didambakan²kekalahan yang diraih. Atau dalam permainan sepak bola, pelatih senantiasa mengatur strategi pemainnya agar dapat menang dalam permainan tersebut. Kemudian strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dimaksud dalam tulisan ini adalah strategi pembelajaran yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) baik ditingkat sekolah, maupun ditingkat madrasah atau pesantren (diniyah). Walaupun istilah Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah/pesantren (diniyah) disebut dengan pendidikan keagamaan Islam. Hal ini sesuai dengan Peranturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007

 

5.      Langkah-Langkah Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI

 

Berdasarkan pada pengertian pengembangan pembelajaran, maka diperlukan sekurang-kurangnya lima kriteria yang harus dipenuhi dalam model pembelajaran yaitu: 1) mempunyai tujuan; 2) keserasian dengan tujuan; 3) sistematik; 4) mempunyai kegiatan evaluasi; dan 5) menyenangkan. Oleh karena itu, sistem pembelajaran dapat diibaratkan sebagai proses produksi yang terdiri dari bagian input-proses-output, yang saling terintegrasi.

 

Salah satu model pengembangan pembelajaran adalah Model Pengembangan Instruksional (MPI) yang dikembangkan oleh Atwi Suparman (2004), memberikan pedoman untuk mengembangkan pembelajaran

Secara umum MPI menurut Atwi Suparman terdiri dari tiga tahap yaitu tahap mengidentifikasi, tahap mengembangkan, dan tahap mengevaluasi dan merevisi. Adapun tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:

Tahap Mengidentifikasi

Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum

Melakukan analisis instruksional

Mengidentifikas perilaku dan karakteristik siswa

Tahap Mengembangkan

Menulis tujuan instruksional khusus

Menulis tes acuan patokan

Menyusun strategi instruksional

Mengembangkan bahan instruksional

Tahap Mengevaluasi dan Merevisi

Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif yang termasuk di dalamnya kegiatan merevisi

 

6.      Contoh-Contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI dalam Pendidikan Era Society 5.0.

Contohnya seperti Web-based Learning Overview . Teknologi Informasi (TI) telah memberikan sejumlah dampak positif di berbagai bidang (Abdillah et al., 2020). Pada dunia bidang pendidikan, TI memberikan corak tersendiri dengan berbagai mode yang mungkin digunakan. Pendidikan modern di masa globalisasi dan berbasis Teknologi Informasi telah bertransformasi ke arah digital.

Proses pendidikan yang tadinya dilakukan secara klasik dengan mode tatap muka secara langsung telah mengalami pergeseran ke arah mode pembelajaran jarak jauh (distance learning). Pada mode pembelajaran distance learning, para peserta didik dapat mengakses materi perkuliahan melalui internet.

Internet dan World Wide Web atau Web menciptakan sejumlah pilihan pendidikan jarak jauh (Distance Education). Setidaknya ada 5 (lima) macam bentuk Distance Education (Davidson-Shivers, Rasmussen and Lowenthal, 2018) seperti yang nampak pada Gambar 4.1, yaitu: 1. Internet & World Wide Web, 2. Computer & Digital Technologies, 3. Teleconference Systems & Communication Networks, 4. Broadcast Systems, dan 5. Correspondence Courses.

Khusus untuk pembelajaran yang memberdayakan internet dan WWW atau dikenal dengan e-learning memiliki 5 (lima) tipe (Horton and Horton, 2003), yaitu: 1. Learner-led e-learning. 2. Facilitated e-learning. 3. Instructor-led e-learning. 4. Embedded e-learning. 5. Telementoring and e-coaching. Pada bab ini, penulis akan mengulas “Web-Based Learning” sebagai salah satu trend TI di bidang pendidikan. Pembelajaran berbasis web sering juga disebut online learning atau e-learning karena di dalamnya terdapat konten kursus online (McKimm, Jollie and Cantillon, 2003) dan mencakup semua intervensi pendidikan yang menggunakan internet (atau intranet lokal) (Cook, 2007).

 

 

                                            Daftar pustaka

Isjoni dan Mohammad Arif Ismail, “Model-Model Pembelajaran Mutakhir Perpaduan IndonesiaMalaysia”, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008), cet ke-1. Hlm. 146.

Muhaimin, dkk. “Paradigma Pendidikan Islam”, (Bandung : Remaja Rosdakarya 2002), cet ke-2, hlm.221 3Wowo Sunaryo Kuswana, ”Model Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2004”, (akhmadsudrajat.files.wordpress.com), didownload pada tanggal 15 juli 2010 4 Trianto, S.Pd., M.Pd., ”Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktik”, (Jakarta: Prestasi Puskata, 2007), cet ke-1, hl M. Atwi Suparman, Desain Instruksional (Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004), h. Eka Elprida, Strategi Pembelajaran, Jurnal Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, 2015, 2m. 1

 

https://fadlibae.wordpress.com/2011/12/03/konsep-pengembangan-model-pembelajaran-instruksional/

Pengembangan dan Inovasi Model Pembelajaran PAI

  1.       Pengertian Model Pembelajaran PAI  Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi sefgala aspe...